Joe Bonamassa Bersimpati pada Artis Pendatang Baru yang Menggunakan AI

Joe Bonamassa menyatakan simpati kepada musisi pendatang baru yang menggunakan alat AI seperti Suno untuk menarik perhatian dan mendatangkan lebih banyak penonton konser. Ia menggambarkan penggunaan AI untuk membantu menulis lirik sebagai “bukan kejahatan berat atau pelanggaran ringan”, sembari menetapkan batas tegas antara penulisan lagu dengan bantuan AI dan artis buatan yang bersaing dengan penampil manusia. Komentarnya dipublikasikan pada 5 Oktober 2026, setelah wawancara dengan Blue Rock Review di festival Crossroads milik Eric Clapton di Austin, Texas.

Batas yang Ditetapkan Bonamassa
Bonamassa mengatakan bahwa pendengar berhak memilih musik yang dihasilkan AI jika mereka menikmatinya. Namun, ia berpendapat bahwa artis AI tidak seharusnya muncul dalam kategori tangga lagu yang sama dengan artis manusia yang masih hidup. Ia menyebut artis buatan Eddie Dalton, yang secara rutin muncul di Billboard's Blues Chart, sebagai contoh persaingan yang ia tentang.
Pandangannya lebih menerima ketika musisi menggunakan AI dalam proses kreatif mereka sendiri. Bonamassa mengatakan tidak ada yang benar-benar salah jika seorang artis menggunakan Suno untuk menulis lirik, terutama ketika penampil pendatang baru sedang berusaha membangun audiens atau mendatangkan lebih banyak orang ke pertunjukan. Ia juga mengatakan bahwa ia beberapa kali mendengar penggunaan AI yang tampak jelas saat mendengarkan 200 rekaman blues. Menurutnya, industri harus mengakui bahwa musisi sudah menggunakan alat-alat ini untuk mendapatkan keunggulan dalam bisnis yang diatur oleh penawaran dan permintaan.

Mengapa Ini Penting bagi Gitaris
Bonamassa membedakan bantuan AI dari persaingan yang sepenuhnya artifisial. Bagi gitaris profesional, perbedaan ini membuka ruang untuk menggunakan AI selama proses penulisan lagu tanpa menyamakan artis yang dihasilkan AI dengan penampil manusia. Komentarnya juga mengakui bahwa AI sudah hadir dalam rekaman blues dan digunakan sebagai alat untuk membangun audiens. Kekhawatirannya bukan terutama soal apakah seorang gitaris mendapat bantuan untuk menulis lirik, melainkan soal pengakuan yang adil ketika artis buatan dan musisi manusia berada dalam kategori tangga lagu yang sama.
(Melalui: MusicRadar)